Air Bersih untuk Kita Semua : LifeStraw

21.32

Air menghubungkan setiap aspek dalam kehidupan (Water.org, 2018). Penyakit yang terbawa oleh air merupakan penyebab kematian terbesar nomor 2 di dunia. Berdasarkan United Nations, air kotor membunuh lebih banyak dibandingkan perang atau kekerasan secara umum. Namun saat ini, akses air bersih dan sanitasi masih sangat sulit didapatkan di banyak negara di dunia. Berdasarkan The Guardian, hampir separuh dari orang yang mengkonsumsi air yang bersumber tak terlindungi tinggal di sub-Saharan Afrika, 8 dari 10-nya tinggal di daerah pedesaan. Di 41 negara, 1/5 dari masyarakatnya meminum air yang tidak terlindungi dari kontaminasi.

Sumber : The Guardian (2017)

Untuk sebagian orang, mendapatkan air bukanlah hal yang mudah. Akses menuju air yang tidak mudah juga meningkatkan waktu pengambilan air, di beberapa wilayah, masyarakat dapat menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai lebih dari satu jam untuk perjalanan mengambil air. Pekerjaan mengambil air sendiri biasanya dilimpahkan kepada wanita dan para gadis. Berdasarkan Water.org, para perempuan biasanya menghabiskan 6 jam untuk mengambil air tiap harinya.

Tantangan yang muncul salah satunya saat ini tentunya untuk menciptakan cara yang efektif dan aman untuk mendapatkan air bersih bagi negara yang kekurangan –tanpa menimbulkan beban finansial. Perusahaan asal Swiss, Vestergaard Frandsen percaya bahwa LifeStraw merupakan solusinya. Secara garis besar LifeStraw merupakan tabung sepanjang 23.5 cm dengan keliling 2..5 cm yang digunakan untuk menyaring air sehingga menjadi air bersih yang dapat diminum. Sebelum kita masuk lebih jauh terkait cara kerja dan teknologi alat ini, ada baiknya kita mengetahui sejarah pembuatannya terlebih dahulu.

Pada tahun 1992 seorang pemuda berasal dari Denmark, Mikkel Vestergaard Frandsen menyaksikan permasalahan terkait air bersih di sela perjalanan bisnisnya menuju Lagos, Nigeria. Ia pun bertekad untuk melanjutkan perjalanannya dengan ‘berpetualang’ di Afrika.
Pada 1996, Lifestraw pun diciptakan oleh Vestergaard, dimana alat ini mulanya digunakan sebagai senjata efektif untuk melawan cacing Guinea (patogen air yang tinggal dibawah kulit). Mulanya Vestergaard berkolaborasi dengan The Carter Center untuk mendesain alat ini. Kolaborasi ini menghasilkan persetujuan desain sebagai berikut : alat portabel terbuat dari pipa besi dengan kain textile sebagai pelindung penyaring. Rencana ini berhasil, dan menghasilkan penjualan LifeStraw sebanyak 23 miliar unit.

Melihat hasil yang memuaskan dari penjualan pertama, pencipta LifeStraw melihat kesempatan lain untuk alat sehingga dapat digunakan sebagai sistem penyaring air yang diinduksi bakteri.
Pada tahun 2005, LifeStraw memenangkan INDEX2005 dan menerima pengakuan dari majalah Time sebagai penemuan terbaik tahun 2005. Pada tahun yang sama, Vestergaard mengeluarkan pernyataan terkait tujuan organisasi untuk mengurangi tingkat akses air kotor sebaganyak setenganya sebagai bagian dari Milennium Development Goals.
Pada tahun 2006, dilaporakan, pada uji coba awal Lifestraw mengalami kesulitan menyaring Giardia atau beaver fever. Namun di tahun 2008 masalah ini dapat teratasi dimana LifeStraw menerapkan komponen baru yang dapat menghilangkan parasi yang tahan yodium. Di tahun yang sama, LifeStraw bekerja sama dengan beberapa organisasi kesehatan (UNICEF, Red Crooss, Rotary International dan IMA World Helath) untuk mendistribusikan ribuan unit LifeStraw ke negara-negara di Afrika dan Asia. Pada tahun 2012, LifeStraw meninggalkan penggunaan bahan kimia iodizing dan sebaliknya menggunakan filstrasi mekanik sebagai penggantinya.

Saat ini LifeStraw terus berkembang dalam berbagai cara, salah satunya ialah meluncurkan beberapa bentuk produk, seperti LifeStraw Family. Pada Mei 2015, LifeStraw meluncurkan produk terbarunya yakni LifeStraw Mission yang mampu menahan 12 liter air untuk penyaringan yang efektif.

Nah, bagaimana sebenarnya cara kerja alat ini?
LifeStraw terdiri dari beberapa komponen : tutup, mouth piece (bagian yang bersentuhan dengan mulut dan keluarnya air bersih), hollow fibre membrane, dan bagian bawah sebagai tempat masuknya air. Bagian luar unit terdiri dari plastik tahan lama dengan tali sehingga dapat dikalungkan di leher pengguna. Untuk menggunakannya, pengguna dapat menempelkan LifeStraw langsung ke sumber air dan meminum langsung dari bagian mouthpiece.

Cara kerja LifeStraw dimulai dari disedotnya air melalui mouthpiece. Air ini nantinya akan melewati beberapa tahap penyaringan. Air akan melewati hollow fibers dengan pori-pori kurang dari 0.2 mikro. .  Sepasang jarring kawat kecil menghentikan detritus dan bakteri masuk Ketika selesai minum, pengguna hanya perlu meniup udara ke dalam alat sehingga kotoran dan parasit dapat dibersihkan dari alat.  Satu buah personal LifeStraw dapat digunakan untuk menyaring 1000 liter air, dengan maksud agar alat ini dapat digunakan selama 1 tahun sebelum diganti dengan yang baru.

Sumber : LifeStraw (2018)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, saat ini sudah banyak macam LifeStraw, salah satunya LifeStraw Family. Jenis ini dapat menyaring air untuk ebberapa orang sekaligus. Kapasitas yang lebih besar tentunya dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih lama pula. LifeStraw Family dapat digunakan untuk menyarin 18.000 liter (dapat digunakan untuk 1 keluarga berjumlah 5 orang untuk 3 tahun).

Nah, sekarang, apakah kamu mulai sadar akan berharganya air bersih bagi sebagian orang di penjuru dunia? Mari lakukan gerakan berhemat! Tidak perlu yang besar-besar, cukup selalu memeriksa apakah air sudah mati atau belum saat selesai digunakan. Jangan mengisi air sampai terlalu penuh sehingga terbuang percuma. Gunakan air bekas cucian untuk menyiram toilet.

Hal kecil yang kita lakukan dapat berbuah menjadi besar untuk generasi selanjutnya, kita bisa!



Sumber :
Jeff, V. (2015). History in the making: Developing LifeStraw. Retrieved August 25, 2018, from Borgen Magazine: http://www.borgenmagazine.com/history-in-the-making-developing-lifestraw/
LifeStraw. (2018). LifeStraw. Retrieved August 25, 2018, from LifeStraw: https://www.lifestraw.com/#
Martha, B., & Kate, K. (2009). How LifeStraw Works. Retrieved August 24, 2018, from How Stuff Works: https://science.howstuffworks.com/environmental/green-tech/remediation/lifestraw.htm
Slaymaker, T., & Bain, R. (2017). Access to drinking water around the world – in five infographics. Retrieved August 24, 2018, from The Guardian: https://www.theguardian.com/global-development-professionals-network/2017/mar/17/access-to-drinking-water-world-six-infographics
Water.org. (2018). The Water Crisis. Retrieved August 25, 2018, from water.org: https://water.org/our-impact/water-crisis/



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar