Air menghubungkan setiap
aspek dalam kehidupan (Water.org, 2018). Penyakit yang terbawa oleh air
merupakan penyebab kematian terbesar nomor 2 di dunia. Berdasarkan United Nations, air
kotor membunuh lebih banyak dibandingkan perang atau kekerasan secara umum. Namun
saat ini, akses air bersih dan sanitasi masih sangat sulit didapatkan di banyak
negara di dunia. Berdasarkan The Guardian, hampir separuh dari orang yang
mengkonsumsi air yang bersumber tak terlindungi tinggal di sub-Saharan Afrika,
8 dari 10-nya tinggal di daerah pedesaan. Di 41 negara, 1/5 dari masyarakatnya
meminum air yang tidak terlindungi dari kontaminasi.
Sumber : The Guardian (2017)
Untuk sebagian orang,
mendapatkan air bukanlah hal yang mudah. Akses menuju air yang tidak mudah juga
meningkatkan waktu pengambilan air, di beberapa wilayah, masyarakat dapat
menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai lebih dari satu jam untuk
perjalanan mengambil air. Pekerjaan mengambil air sendiri biasanya dilimpahkan
kepada wanita dan para gadis. Berdasarkan Water.org, para perempuan biasanya
menghabiskan 6 jam untuk mengambil air tiap harinya.
Tantangan yang muncul salah
satunya saat ini tentunya untuk menciptakan cara yang efektif dan aman untuk
mendapatkan air bersih bagi negara yang kekurangan –tanpa menimbulkan beban
finansial. Perusahaan asal Swiss, Vestergaard Frandsen percaya bahwa LifeStraw
merupakan solusinya. Secara garis besar LifeStraw merupakan tabung sepanjang
23.5 cm dengan keliling 2..5 cm yang digunakan untuk menyaring air sehingga
menjadi air bersih yang dapat diminum. Sebelum kita masuk lebih jauh terkait
cara kerja dan teknologi alat ini, ada baiknya kita mengetahui sejarah
pembuatannya terlebih dahulu.
Pada tahun 1992 seorang
pemuda berasal dari Denmark, Mikkel Vestergaard Frandsen menyaksikan
permasalahan terkait air bersih di sela perjalanan bisnisnya menuju Lagos,
Nigeria. Ia pun bertekad untuk melanjutkan perjalanannya dengan ‘berpetualang’
di Afrika.
Pada 1996, Lifestraw pun
diciptakan oleh Vestergaard, dimana alat ini mulanya digunakan sebagai senjata
efektif untuk melawan cacing Guinea (patogen
air yang tinggal dibawah kulit). Mulanya Vestergaard berkolaborasi dengan The
Carter Center untuk mendesain alat ini. Kolaborasi ini menghasilkan persetujuan
desain sebagai berikut : alat portabel terbuat dari pipa besi dengan kain
textile sebagai pelindung penyaring. Rencana ini berhasil, dan menghasilkan
penjualan LifeStraw sebanyak 23 miliar unit.
Melihat hasil yang memuaskan
dari penjualan pertama, pencipta LifeStraw melihat kesempatan lain untuk alat
sehingga dapat digunakan sebagai sistem penyaring air yang diinduksi bakteri.
Pada tahun 2005, LifeStraw
memenangkan INDEX2005 dan menerima pengakuan dari majalah Time sebagai penemuan
terbaik tahun 2005. Pada tahun yang sama, Vestergaard mengeluarkan pernyataan
terkait tujuan organisasi untuk mengurangi tingkat akses air kotor sebaganyak
setenganya sebagai bagian dari Milennium
Development Goals.
Pada tahun 2006, dilaporakan,
pada uji coba awal Lifestraw mengalami kesulitan menyaring Giardia atau beaver fever.
Namun di tahun 2008 masalah ini dapat teratasi dimana LifeStraw menerapkan
komponen baru yang dapat menghilangkan parasi yang tahan yodium. Di tahun yang
sama, LifeStraw bekerja sama dengan beberapa organisasi kesehatan (UNICEF, Red
Crooss, Rotary International dan IMA World Helath) untuk mendistribusikan
ribuan unit LifeStraw ke negara-negara di Afrika dan Asia. Pada tahun 2012,
LifeStraw meninggalkan penggunaan bahan kimia iodizing dan sebaliknya
menggunakan filstrasi mekanik sebagai penggantinya.
Saat ini LifeStraw terus
berkembang dalam berbagai cara, salah satunya ialah meluncurkan beberapa bentuk
produk, seperti LifeStraw Family. Pada Mei 2015, LifeStraw meluncurkan produk
terbarunya yakni LifeStraw Mission yang mampu menahan 12 liter air untuk
penyaringan yang efektif.
Nah, bagaimana sebenarnya
cara kerja alat ini?
LifeStraw terdiri dari
beberapa komponen : tutup, mouth piece (bagian yang bersentuhan dengan mulut
dan keluarnya air bersih), hollow fibre membrane, dan bagian bawah sebagai
tempat masuknya air. Bagian luar unit terdiri dari plastik tahan lama dengan
tali sehingga dapat dikalungkan di leher pengguna. Untuk menggunakannya,
pengguna dapat menempelkan LifeStraw langsung ke sumber air dan meminum
langsung dari bagian mouthpiece.
Cara kerja LifeStraw dimulai
dari disedotnya air melalui mouthpiece. Air
ini nantinya akan melewati beberapa tahap penyaringan. Air akan melewati hollow fibers dengan pori-pori kurang
dari 0.2 mikro. . Sepasang jarring kawat
kecil menghentikan detritus dan bakteri masuk Ketika selesai minum, pengguna
hanya perlu meniup udara ke dalam alat sehingga kotoran dan parasit dapat
dibersihkan dari alat. Satu buah personal LifeStraw dapat digunakan untuk
menyaring 1000 liter air, dengan maksud agar alat ini dapat digunakan selama 1
tahun sebelum diganti dengan yang baru.
Sumber : LifeStraw (2018)
Seperti yang telah disebutkan
sebelumnya, saat ini sudah banyak macam LifeStraw, salah satunya LifeStraw
Family. Jenis ini dapat menyaring air untuk ebberapa orang sekaligus. Kapasitas
yang lebih besar tentunya dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih lama
pula. LifeStraw Family dapat digunakan untuk menyarin 18.000 liter (dapat
digunakan untuk 1 keluarga berjumlah 5 orang untuk 3 tahun).
Nah, sekarang, apakah kamu
mulai sadar akan berharganya air bersih bagi sebagian orang di penjuru dunia?
Mari lakukan gerakan berhemat! Tidak perlu yang besar-besar, cukup selalu
memeriksa apakah air sudah mati atau belum saat selesai digunakan. Jangan
mengisi air sampai terlalu penuh sehingga terbuang percuma. Gunakan air bekas
cucian untuk menyiram toilet.
Hal kecil yang kita lakukan
dapat berbuah menjadi besar untuk generasi selanjutnya, kita bisa!
Sumber :
Jeff, V. (2015). History in the making: Developing LifeStraw.
Retrieved August 25, 2018, from Borgen Magazine:
http://www.borgenmagazine.com/history-in-the-making-developing-lifestraw/
LifeStraw. (2018). LifeStraw. Retrieved August 25, 2018, from LifeStraw: https://www.lifestraw.com/#
Martha, B.,
& Kate, K. (2009). How LifeStraw Works. Retrieved August 24, 2018,
from How Stuff Works:
https://science.howstuffworks.com/environmental/green-tech/remediation/lifestraw.htm
Slaymaker, T.,
& Bain, R. (2017). Access to drinking water around the world – in five
infographics. Retrieved August 24, 2018, from The Guardian: https://www.theguardian.com/global-development-professionals-network/2017/mar/17/access-to-drinking-water-world-six-infographics
Water.org.
(2018). The Water Crisis. Retrieved August 25, 2018, from water.org:
https://water.org/our-impact/water-crisis/

