Halo teman-teman, setelah sekian lama saya ingin berbagi sedikit mengenai hasil dari seminar yang saya ikut beberapa minggu lalu. Isi dari seminar ini adalah mengenai Psychological Fist Aid. Wah, apa itu? Apakah sama dengan pertolongan pertama yang sering kita dengar di sekolah maupun kampus? Apakah dapat dijalankan oleh medik seperti yang ada dalam acara kampus seperti biasa?
Well, well, Psychological First Aid tentu berbeda dengan pertolongan pertama yang sering kita dengar sehari-hari. Biasanya yang sering ada disekitar kita adalah Physical First Aid yang mana ditujukan untuk mengobati luka yang terlihat. Nah, Psychological First Aid ditujukan untuk mengobati luka yang tidak terlihat nih teman-teman. Oke, sebelum lebih jauh, ada baiknya saya jelaskan mengenai sejarah munculnya Psychological First Aid atau PFA ini dahulu.
Sebelumnya PFA digunakan dalam dunia militer, selanjutnya PFA berkembang luas di masyarakat sebagai teknik untuk mengurangi terjadinya Post Traumatic-Stress Disorder atau PTSD. Di Indonesia sendiri PFA mulai berkembang saat terjadi kejadian Tsunami di Aceh, PFA digunakan untuk membantu korban-korban yang kehilangan saudara maupun orang-orang terdekatnya. Nah, sebenarnya sebelum PFA terdapat teknik lain yang digunakan, yakni Debriefing. Debriefing ditujukan untuk mengurangi kejadian PTSD setelah terjadi kecelakaan hebat. Debriefing sendiri dilakuan dalam satu sesi dengan 7 tahapan, yakni : Introduction, facts, thoughts and impressions, emotional reactions, normalization , planning for future, dan disengagement. Debriefing diketahui sebagai salah satu teknik terbaik, efektif namun juga dapat menimbulkan hal yang buruk. Hal ini karena debriefing dapat mengingatkan kembali pasien kepada kejadian traumatis yang dialaminya, sehingga memiliki kemungkinan meningkatkan terjadinya PTSD. Selain itu, tidak semua orang dapat menjadi lebih baik hanya dalam satu sesi saja, karena itulah muncul PFA untuk membantu orang-orang yang sulit menerima teknik Debriefing.
Baiklah, mari lanjut, jadi..sudah mulai mengerti kan apa itu PFA? PFA merupakan bantuan psikologis dasar untuk mengurangi stress yang bersifat non intrusive (mendengar tanpa berbicara), nah hebatnya PFA ini dapat dilakukan oleh non mental health professional sekalipun! Sehingga orang-orang awam seperti kita pun dapat melakukan PFA jika sudah tahu lebih lanjut lagi mengenai keterampilan dasar yang dibutuhkan.
PFA menggunakan 4 standar :
1. Praktis di lapangan
2. Orang dewasa dan anak-anak adalah sama
3. Disesuaikan dengan budaya
4. Konsisten dengan bukti penelitian
Bagaimana sih cara melakukan PFA? Langkah apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan PFA? Ada 5 langkah dasar yang harus dilakukan dalam melakukan PFA:
- Penuhi : ini yang paling utama adalah memenuhi kebutuhkan fisik dari pasien, makanan, minuman, baju hangat, penuhi kebutuhan dasar utama pasien!
- Dengarkan : dengarkan saja, kita tidak perlu banyak berkomentar kok :) karena yang mereka butuhkan merupakan orang yang mau mendengar, jika pasien tidak ingin berbicara temani pasien dan tenangkan dengan menepuk-nepuk bahunya perlahan. Buat ia nyaman sehingga ia mulai terbuka dan mau bercerita kepada anda.
- Terima : terima apa yang ia katakan, anda tidak perlu mendebatkan, ingat! orang disamping anda merupakan orang yang sedang dapat posisi di ujung tebing, salah-salah berbicara anda seakan mendorongkan menuju jurang.
- Tenangkan : tenangkan ia saat ia menangis atau dalam keadaan histeris, bisa dalam bentuk pelukan, tepukan atau rangkul ia.
- Rujuk : jika sudah dalam kondisi yang sulit di tangani, atau setelah dilakukan ke-4 langkah di atas rujuk ia kepada dokter.
Ada 3 hal penting yang harus diperhatikan dalam melakukan 3 hal di atas, yakni gestur, penuturan kata dan intonasi.
- Gestur memiliki kepentingan sebesar 55%, merupakan yang paling penting karena gestur tubuh kita melambangkan apa yang kita sesungguhnya ingin ucapkan kepada lawan kita
- Intonasi memiliki kepentingan sebesar 38%, hal ini karena dengan intonasi kita dapat menunjukan amarah, kekesalan bahkan empati kita kepada seseorang, sehingga lawan kita merasakan apa yang kita ingin sampaikan.
- Penuturan kata memiliki kepentingan sebesar 7%, dimana berarti kita harus memilih penuturan kata sebaik mungkin untuk diucapkan agar tidak menyakiti lawan bicara kita.
Isu utama yang sering muncul dalam masyarakat adalah kehilangan sesuatu, entah itu kehilangan orang yang dikasihi, barang, pendapatan, ikatan sosial, bahkan gambaran diri positif.
Reaksi yang ditimbulkan orang-orang pun berbeda-beda, berikut beberapa reaksi yang dapat muncul :
- Reaksi Pemikiran (bingung, kehilangan orientasi, sedih, malu, merasa bersalah)
- Reaksi Fisiologis (sakit kepapla, cepat lelah, sakit perut, tekanan darah, sulit tidur)
- Reaksi Perilaku (menyendiri, resah, alkohol, tidak sabat, menarik diri)
- Reaksi Umum (muncul reaksi tidak menyenangkan, menghindari penyebab traumatis)
Nah, yang mungkin paling penting nih, apa saja sih pengetahuan dan keterampilan bagi kita untuk dapat melakukan PFA? Berikut pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan PFA:
- Pengetahuan baik tentang dapat kejadian terhadap orang
- Pengetahuan tentang kebutuhan dasar (fisik)
- Keterampilan komunikasi
- Pengetahuan mengenai prinsip PFA
- Pengetahuan mengenai proses rujukan
Dalam post ini akan kulampirkan pula infografis yang telah saya susun sehingga memudahkan kalian untuk membaca dan menyebarkannya kepada orang-orang terdekat kalian dan kepada mereka yang membutuhkan. Baiklah, sampai disini dulu post saya kali ini, semoga post ini dapat berguna dan membantu kalian, semoga hari kalian menyenangkan!
PS : ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Wiene yang telah mengajarkan dasar-dasar PFA, serta teman-teman peserta seminar lainnya yang mengajarkan begitu baiknya peduli kepada sesama :D, I am grateful for knowing great people like you all!
Sumber Pendukung :
- https://en.wikipedia.org/wiki/Psychological_first_aid
- https://www.ptsd.va.gov/professional/manuals/psych-first-aid.asp
- https://learn.nctsn.org/course/index.php?categoryid=11 (Learn more about PFA)
- http://www.searo.who.int/srilanka/documents/psychological_first_aid_guide_for_field_workers.pdf (PFA for field workers)
